31 December 2009, Sayonara Surabaya-Malang-Batu-Sempu!

Mengapa waktu berjalan begitu cepat? Atau kita yang terlalu lambat? Begitu banyak keceriaan di perjalanan ini, tetapi harus diakhiri. Perlindungan sepanjang hari tidak terlepas dari tangan Tuhan. Rencana hari ini adalah perjalanan menuju ke Bandung menggunakan KA Pasundan pada jam 6.15.

Kami harus berebutan tempat duduk dengan orang lain, berbeda waktu  menjadi praktikan atau asisten Proyek Ekologi-gerbong pribadi. Untungnya kami tidak terpisah terlalu jauh, tetapi hari ini penumpang sangat membludak.

Tempat duduk untuk 3 orang menjadi 5 orang, tempat duduk 2 orang menjadi 3 orang. Sama sekali tidak nyaman, apalagi untuk tidur.

Setiap jam merupakan waktu yang penting untuk kami segera mengakhiri mati gaya di gerbong tersebut. Pagi, siang dan malam pun tiba, kami semua akhirnya sampai di Stasiun Kiaracondong, Bandung. Tepat di pukul 23.45, hari ini akan menjadi akhir dari backpack Jatim, sekaligus akhir dari tahun 2009.

Perjalanan ini menjadi pemberi semangat baru dalam kejenuhanku setelah wisuda+belum mendapat pekerjaan. Yang pasti aku selalu menunggu untuk lokasi-lokasi indah lainnya untuk kudatangi.

Gonna miss our journey again!

Terima kasih untuk :

Wanti yang memberi info via sms, Tejo-Cita-Dito-Pai-Satrio untuk susunan rundown perjalanan yang mengagumkan, Njul&Ela yang membantu memberi keramaian di setiap suasana, keluarga besar Dito di Malang yang memberi lebih dari sekedar tempat yang nyaman di hati, dan keluarga Pai yang memberi rest area selama di Surabaya (sayang belum tereksplor..mungkin suatu saat?). Terima kasih juga buat pengertian keluarga di Jakarta terutama Ayah, karena hanya bertemu 2 hari setelah lama tak jumpa. Terima kasih untuk Tuhan yang memberikan hambaNya sebuah kesempatan untuk melihat sisi lain dari sebuah kehidupan.

I will be waiting for wonderful journey again! See you there soon!

30 Desember 2009, Adventure and Education!

Pagi hari yang dingin tetap membangunkan kami untuk bersiap melakukan rafting. Diawali dengan sarapan lezat dan hangat, tetap memberi kami kekuatan untuk menjalani hari. Perjalanan ke lokasi rafting cukup jauh sekitar 2 jam, cukup  memanjakan mata karena selama perjalanan tampak pepohonan pinus, sungai besar dan mengalir deras.

Singkat cerita, kami sampai di lokasi untuk mengurus administrasi terlebih dulu, dengan paket sekitar 150ribu-welcome drink, safety&full equipment, snack, makan siang, dan MCK didapat. Menurut saya cukup lengkap, dan tidak hanya itu pelayanan dari mereka sangat baik.

Kasembon rafting

Sebelum memulai kegiatan rafting, kami diberi briefing singkat mengenai teknis. Sedikit menegangkan apalagi bagi yang belum pernah rafting. Dengan berjalan menuju ke starting point, excited &worried come to me. Perjalanan di sungai sekitar 7,2 km dengan 5 waterfall memberi pengalaman baru bagiku. Terima kasih buat 1 tim boat ma melz: Cita, Tejo, Njul dan Guide. Tidak hanya itu, kami semua diceburkan. Astaga,,udah panik aja,,mencari udara ke boat yg terbalik, mau napas malah ditarik keluar. Panic! Eh taunya pas kaki turun, napak gitu (ble’e). Abis itu akhirnya main ngapung2an sambil ke bawa arus.

Waktu yang cukup singkat di sungai dan memaksa kami semua untuk kembali ke base camp. Air sungai yang kotor (penuh dengan berbagai materi dan suspensi) mengharuskan kami membersihkan diri. Oiyah, selama perjalanan rafting, ada candid camera loh, jadi wajib diliat foto2nya. Bagi yang mau fotonya, tinggal menguras kocek 15rb/foto saja. Lapar….kruuuuuuukk..Prasmanan buat makan siang, banyak pilihannya dan harus dicoba semuanya. Perut terisi, masih belum selesai untuk sesi foto. Dito pun masih pingin menyicipi durian, tetapi waktu sudah hampir habis di tempat tersebut. Jadi, buah durian dibawa di dalam mobil sambil kembali ke Batu.

Not fell hungry anymore

Next trip: Jatim Park II-Museum satwa terbesar yang berisi berbagai satwa yang ada di dunia. Baru soft opening, jadi masih murah, tetapi sudah banyak pelancong yang datang. Hanya dengan 20ribu, kami selalu mengabadikan spot-spot terbaik di dalam sana. Museum ini cukup luas, jadi bersiaplah bagi yang gak suka jalan-jalan! Nice place to visit in East Java, especially for children, ‘cause they will learn more in here.

Usai dari Jatim Park II, kami pergi makan malam bersama Ayah Pai. Menu ikan, udang dan minuman membuat kami kekenyangan. Tempat makan kami pun direkomen oleh provider SIM, dan memang tempatnya nyaman. Tidak terasa waktu hampir malam, kami harus kembali ke Malang dan melanjutkan perjalanan ke Surabaya. Tidak lupa untuk membeli oleh-oleh khas Malang untuk orang tua di Jakarta. Kemudian, kami langsung menuju rumah dinas Ayah Dito untuk berpamitan, sambil menikmati sirup dingin dan berfoto. Waktu sudah semakin malam, kami harus segera ke Surabaya. Perjalanan hari ini membuat kami kelelahan dan tertidur lelap sampai di Surabaya.

Menuju tengah malam, kami tiba di rumah Pai. Nyawa belum terkumpul tetapi gerakan harus cepat memindahkan barang-barang dari mobil. Pengen cepat tidur, walaupun badan cukup berkeringat. Setelah mengetahui tempat untuk beristirahat, masing-masing bergegas untuk membersihkan diri kemudian tidur.

29 December 2009, Visit Batu, Malang, Indonesia!

Jam 00.00 pun hujan mulai mengguyur,

Bukan sekedar gerimis, tapi hujan cukup deras. Logistik pun dimasukan ke dalam tenda, alhasil tidur dengan memanfaatkan tempat yang ada. Waktu berlalu menuju jam 02.00, hujan rintik-rintik, dingin mulai menusuk dan air pun masuk ke sela-sela tenda. Makin tidak enak dan nyaman, tetapi badan sudah capek. Jam 4 pagi, hujan belum berhenti dan tiba2 dasar tenda menjadi basah, ini makin gak enak! Entah bagaimana kabar cowo di luar tenda…hanya bermodal flysheet, tiker, ponco seadanya dan payung, bener2 harus berkorban buat cewek2 ini. Akibat kecapaian membuat diriku akhirnya terlelap hingga jam 6.00, hujan pun masih menemani kami dan pengunjung laguna lainnya.

Menuju jam 7, hujan berhenti, kami langsung menghabiskan sisa logistik makanan untuk makan pagi. Menuju jam 9, kami pun bersiap untuk kembali ke tanah Jawa. Hujan,,,si penambah tantangan untuk berjalan pulang. Like Frodo and the Fellowship in Lord of The Rings,,,sebagian melepaskan alas kaki, camera rolling”action”, gemetar nyeri, dan keringat mengucur. Sekitar 2-3 jam perjalanan menuju Teluk Semut untuk dijemput kembali ke Sendang Biru, dengan kekuatan seadanya kami pun sampai. Mandi dan sedikit ngemil untuk kembali ke Malang.

Setibanya di Malang, kami pun menuju tempat makan Soto Lombok-soto campur dengan bumbu yang gurih dan ukuran Jumbo. Wuenak rek, kami yang benar-benar kelaparan. Sesudah makan, kami kembali ke mess untuk bersiap trip selanjutnya, Kota Batu. Klo secara administrasi, Kota Batu seperti Cimahi. Thx to washing machine in Dome! Semua yg kotor parah bisa dicuci dulu sebelum berangkat ke Batu, karena kami bermalam di Kota Batu untuk perjalanan selanjutnya.

Pemandangan malam yang menawan dari atas, lampu-lampu kota Malang yang berkerumun seperti ditaklukan Gunung. Udara dingin dan rintik-rintik juga menemani kami bermain di BNS (Batu Night Spectaculer)-tempat main baru di kota Batu. Penuh dengan lampu dan banyak wahana menarik. Entah kenapa semua keletihan terhapus, foto di sana sini, menonton permainan air dan laser diiringi lagu up beat dan rasa capek serta lapar, hilang sesaat.

Usai dari BN, kami menuju ke tempat penginapan, cukup sederhana tetapi nyaman (makasih Pai). Esok pagi hari, kami merencanakan rafting di Kasembon. Jadi, kami harus cukup istirahat untuk memulai petualangan yang baru.

28 December 2009, Enjoy the main course’s journey

Next trip : Pulau Sempu. Yup, bangun pagi2, mandi, sarapan dan menuju ke Sendang biru. Sendang biru adalah pesisir pantai yang berada di Malang bagian selatan, cukup jauh dari Kota Malang, sekitar 2 jam perjalanan. Oiyah aneh loh Dito memfotokopi KTP di tengah2 perjalanan tapi sisi kanan kiri sawah. Anyway, tiba di Sendang Biru, kebagi 2 tim : TPI (Tempat Pelelangan Ikan) dan BKSDA. Belanja dan mengurus perijinan sambil survey harga kapal. Sayang laut lagi tidak surut, padahal bisa nyebrang dengan berjalan loh.

TIPS: Cari jadwal untuk ke daerah ini jangan musim hujan yah. Cari sensasi tersendiri itumah!

Dimulai dari Teluk Semut, menuju ke Laguna Segara Anakan. Lumpur, licin, Mendaki, Turunan terjal, tangan+kaki kotor dan sakit…semuanya nyampur di perjalanan menuju laguna. Sama kaya hidup, kalau kita menghadapi yang sulit, pasti di akhirnya kita bakal mendapat yang indah. Itulah yg disajikan perjalanan menuju inti dari Pulau Sempu. Laguna berwarna hijau dengan tepian pohon-pohon ditinggali oleh Macaca sp., kalau mau melihat ke dunia bawah laut, wew…terumbu karang, ikan dari ukuran kecil sampai sedang, dan soliter atau koloni. Sayang sekali, Tejo terkena serangan dari dunia bawah laut, kaki kirinya membengkak dan cukup membuat dia tidak nyaman akan kondisinya.

Satu pencapain di Sempu

Gak lupa untuk foto-foto dan menaiki bukit karang untuk melihat keluar laguna.

Ini pemandangan terhebat! Sunset plus jajaran karang-karang, deburan hebat Sang Ombak, dan tiupan Si Angin Laut. Semuanya bersatu membuat mata tidak capai untuk melihatnya.

Never forget the effort to get here!

Malam sudah tiba, bulan pun memberi sinar terangnya dan suara perut memanggil makanan pun, sudah ramai. It’s cooking time! Logistik makanan harus habis yah…karena sudah berat-berat dibawa. Ada sensasi kriuk-kriuk karena bercampur dengan pasir, ini berlaku buat makanan dan minuman low…tapi tidak apa sekali-kali, dapat tambahan vitamin P-Pasir.

Makin malam, udara pun makin dingin. Beberapa kali awan gelap mampir di atas kami. Curcol ark-pengalaman tak terlupakan, HIB muncul dan akhirnya saya membuang beban perut di hutan. Tidak kuat awak bawa beban untuk tidur di malam itu. Mulai rintik-rintik dan mengantuk, akhirnya menutup malam dengan tidur di tenda. Not done yet – continue on 29 December 2009.

27 December 2009, Explore Malang

Mengawali aktivitas di pagi hari pada jam8.00. Pagi-pagi, Pai (peserta trip) baru datang ke Malang loh. Acara hari ini cukup lowong tapi yang paling penting mempersiapkan rundown acara perjalanan selanjutnya yaitu Pulau Sempu.

Wisata kuliner tidak ketinggalan, kami makan bakso malang Cak Man. Mantab rek! Bumbu dan pilihan isi yang berbeda dari bakso malang yang ada di kota, selain Malang. Dan gratis!

Setelah cukup terisi, kami pergi ke pasar u/persiapan bahan makanan di Pulau Sempu. Menu makanannya adalah rujak, ikan&cumi bakar, cream soup, roti tawar+selai, indomie (bwt jaga2), logistik bwt survival dsana jg. Abis blanja, kami lanjut menuju ke mess. Ada acara di rumah dinas Ayah Dito bwt syukuran khinatan sepupu Dito. Acaranya jadi rame tapi gara-gara makan kebanyakan, biasalah ngantuk uy. Alhasil, segera ke mess untuk beristirahat, ataupun nonton Take Me Out (Njul” lihat tatapannya-dalam dan gerakan di deket dagu)…wkwkwkwkkwk.

Wow,,it’s Sunday evening. Yup, melz dan wanti berencana ibadah sore. Ampun ini Malang cuy, Kami berdua gak ada yang tahu dimana lokasi gereja terdekat. Bertanyalah ke satpam RS, dibilang coba ke gereja Alkitab deh (eh gereja apa ini??). Akhirnya kami berjalan dan menemukan gereja tersebut. Tiba-tiba melz teringat..ini kan Malang, artinya ada SAAT (Sekolah Alkitab Asia Tenggara)-Sekolah teologia yang sering terdengar di kuping melz.  Singkat cerita, ini jadi pengalaman,,sayang ga bisa ketemu sama Frankie teman gereja GKY Greenville. Dengan pakaian seadanya, kami berdua ikut dalam perayan Natal. Memang gak akan nyesel kalau ikut ibadah, Melz dan Wanti diberkati oleh khotbahnya.

Akhirnya setelah ibadah, kami berdua kembali ke mess dan makan malam di rumah Dito. Datang untuk makan kembali, dan menonton film “When A Stranger Calls” di TV Dito yang bagus, rek!

Pada waktu yg bersamaan dengan makan, Mahe juga mampir kesini membawa adik dan sepupunya, untuk briefing kecil-kecilan P. Sempu. Karena kami harus packing tapi filmnya seru, jadi kami kembali ke mess dengan cepat. Dengan cepat, melz mencari film tersebut dan  menonton dengan suara TV yg cukup keras. Seruuuu!!! Film selesai, packing beres, kemudian tidur lahhhh….

26 December 2009- The Journey to East Java Begin

Kereta Pasundan lagi2 menjadi favorit u/perjalanan backpacker.

Bermodal di bawah 40ribu, kita bisa mencapai Jatim, walaupun tau sendiri yah kelas ekonomi seperti apa (berhenti di setiap stasiun u/naik&turun penumpang). Perjalanan seharian membuat gw&bbrp teman kehabisan gaya u/menghabiskan waktu. Setibanya di stasiun Gubeng, kira-kira jam11.40, 2 ajudan dr ayah Dito menjemput kami dengan sebuah elf kapasitas15org. Nyuaman,nyenyak dan dingin-3ekspresi dr lanjutan perjalanan yang belum usai. Kami ber8 istirahat di mess rumah sakit Dr. Soepraon, Malang. Lagi-lagi, besar&lengkap adalah kata yang cocok untuk menggambarkan mess ini.

Kami mendatangi rumah dinas ayah Dito terlebih dahulu untuk berjumpa dengan ibunya dan makan (itu sekitar jam1 pagi).

Huah, nguantuk tapi badan gak banget. Jadi, mandi dan beberes sebentar lalu membaringkan tubuh yang capek ini untuk mengembalikan tenaga u/beraktivitas di hari berikutnya.

Journey to East Java, Indonesia!

Keputusan yang tepat untuk rehat dr status jobseeker. Yup,perjalanan luar biasa dengan persiapan agak mepet! Hi8 tapi sensasi liburnya lebih dr biasa. Perjalanan dimulai dari 26-31desember 2009, start from bandung and ended in surabaya.

Main course journey(holiday) ini ke Pulau Sempu.

Pulau yg terletak di selatan kota Malang dengan sajian dari salah satu ciptaan Tuhan yg tidak biasa. Dessertnya adalah Batu Night Spectacular (BNS), Kasembon rafting, Jatim Park 2. 5 Hari yg cukup padat tetapi dengan biaya yg minimal (Puji Tuhan bwt berkat dan “sponsorship”). Biar gak pada penasaran gimana perjalanan luar biasa,ini sedikit gambarannya : 26/12, 27/12, 28/12, 29/12, 31/12/2009