I like it, we like it and You must see it. Hi M.a.l.e.l.a!

Ini dia perjalanan yang terealisasi setelah tahun lalu melihat penayangan perdana di TV. Salah satu tempat yang memuaskan jiwa, tetapi agak menyakitkan badan. Mau tau apa dimana lokasinya? Namanya Curug Malela, tepatnya di Kabupaten Cililin, Bandung Barat. Sejauh 70 km dari kota Bandung, kita dapat mencapai lokasi ini. Dari jalan baik sampai hancur, dari jalan raya sampai jalan kampung, dari cuaca cerah sampai hujan kemudian kering lagi, harus dirasakan jika mau mencapai lokasi ini. Yap, perjuangan menuju Malela tidak diragukan lagi. Ini namanya bukan kemping, tapi offroad (Bang Bok said).

Penasaran seperti apa Malela?? Ini beberapa foto dan sedikit kesukaan saya saat jalan2, yaitu :

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Menginap 1 malam, seakan jadi obat untuk menghilangkan lelah perjalanan. Ini tempat recommended buat yang ingin adventure. Jawa Barat harus berbangga punya site ini.

Thanks to Agung, Wanti dan Bang Bokir aka Agus sebagai teman eksekusi lapangan, Mahe – sebagai surveyor jalan, dan Maaf teman2 yang ditinggalkan.It would be great with you, guys. But, I didn’t mean left you, gus. Maybe next trip, we can.
Iklan

Escape ordinary day, yihay!

Like this! Ini perjalanan gw di akhir pekan kedua bulan Mei, tepatnya 8-9 Mei 2010. Tau gak kemana? Eik kasih tahu yah…saya ke pulau Tidung di kepulauan Seribu. Akhirnya gw bisa ke tempat ini, Thx to Donny DMP and friends!  Kalau kita pengen ke sana bisa pake jasa organizer ato pribadi ajah, tinggal pilih sesuai budget (You can search on Kaskus and many more).

Pulau Tidung itu salah satu tempat yang bisa kita akses dengan mudah di akhir pekan. Bosen dong klo weekend cuma dihabiskan di shopping centre, Cobain deh kesini! Banyak orang yang sudah berkunjung, menikmati keindahan Pulau Tidung. Aktivitas yang bisa dilakukan cukup banyak, dimulai dari bersepeda mengitari pulau, mengejar spot2 foto (dari pantai-sunset/sunrise, padang alang2, dll), snorkling, diving, mancing, melihat budidaya Rhizophora sp. Buat urusan penginapan, jangan bingung coz warganya sudah menyediakan rumahnya sebagai guest house dengan segala isinya. Kalau soal makanan, tinggal koordinir ma mereka.

Saya coba berbagi hal yang berbeda disini, karena saya juga menikmati sumber daya lain yang bisa dieksplor. Pertama, disini ada budidaya ikan laut yang dikelola sama pemerintah juga. Sayang sekali pas berkunjung, sudah dipanen, jadi hanya melihat yang paling besar dan paling kecil. Salah satu ikan yang dibudidaya adalah ikan kerapu. Ikan yang siap dipanen akan dibagikan secara gratis kepada orang2 yang mempunyai keramba apung di sekitar pulau Tidung. Selain itu, ada area yang bisa didatangi untuk pengamatan burung pantai. Sayang areanya belum sempat gw eksplor.

Site buat snorkling didominasi sama genus Acropora. Jujur,,agak bosen soalnya gw pernah liat yang lebih OK! Hmm,,tau gak gw ketemu Anchantaster planci tapi ini beda sama yg gw ketemuin pas di Tiaka (Sulawesi Tengah). Warnanya hitam tetapi di bagian lengannya warnanya ungu-liat gambar dibawah. JANGAN DIPEGANG YAH, kecuali pengen cobain racunnya..wkwkwk.  Keren abis! Lalu sambil berenang2, ngeliat kerapu macan dan stone fish kecil.

Senengnya bisa berjumpa mahkluk2 itu!

I’m an open water diver

Melliza is an open water diver. Yeah another story that i kept from most of my friends. Sorry guys.  It was other activity to spend my time.

I got a message from my friend, Achie about this certification. As you know, diving need a lot of money and time to learn it. Yeap, it’s true. Surprisingly, I took this chance after consult with my friends. I think about many spots dive, several projects to save reef and sea, and many more.

I met new friends in the place where I studied. Eja as an instructor, Oja, Eumier, Yulia, Lucky as an assistant instructor, and Sendia, Icha, Hanna, Elva, Faisal, Vian, Ardina, Nia, Oline as an Open Water Diver. Whole certification was begin on December 2009 and End in January. I was certified on Jan 17th 2010, the day after got hired and before I worked. What a excited trip!

The trip was arranged for one day in Sanghyang Island, Banten. The wonderful site to dive in but we weren’t right time because the weather was bad (rainy and windy). As you know, underwater was wonderful, unique, dynamic and extreme. But, overall I liked it so much and I can’t wait to do it again in other dive spots, especially in Indonesia. So, I will going to make a trip list and saving money to buy gear.

31 December 2009, Sayonara Surabaya-Malang-Batu-Sempu!

Mengapa waktu berjalan begitu cepat? Atau kita yang terlalu lambat? Begitu banyak keceriaan di perjalanan ini, tetapi harus diakhiri. Perlindungan sepanjang hari tidak terlepas dari tangan Tuhan. Rencana hari ini adalah perjalanan menuju ke Bandung menggunakan KA Pasundan pada jam 6.15.

Kami harus berebutan tempat duduk dengan orang lain, berbeda waktu  menjadi praktikan atau asisten Proyek Ekologi-gerbong pribadi. Untungnya kami tidak terpisah terlalu jauh, tetapi hari ini penumpang sangat membludak.

Tempat duduk untuk 3 orang menjadi 5 orang, tempat duduk 2 orang menjadi 3 orang. Sama sekali tidak nyaman, apalagi untuk tidur.

Setiap jam merupakan waktu yang penting untuk kami segera mengakhiri mati gaya di gerbong tersebut. Pagi, siang dan malam pun tiba, kami semua akhirnya sampai di Stasiun Kiaracondong, Bandung. Tepat di pukul 23.45, hari ini akan menjadi akhir dari backpack Jatim, sekaligus akhir dari tahun 2009.

Perjalanan ini menjadi pemberi semangat baru dalam kejenuhanku setelah wisuda+belum mendapat pekerjaan. Yang pasti aku selalu menunggu untuk lokasi-lokasi indah lainnya untuk kudatangi.

Gonna miss our journey again!

Terima kasih untuk :

Wanti yang memberi info via sms, Tejo-Cita-Dito-Pai-Satrio untuk susunan rundown perjalanan yang mengagumkan, Njul&Ela yang membantu memberi keramaian di setiap suasana, keluarga besar Dito di Malang yang memberi lebih dari sekedar tempat yang nyaman di hati, dan keluarga Pai yang memberi rest area selama di Surabaya (sayang belum tereksplor..mungkin suatu saat?). Terima kasih juga buat pengertian keluarga di Jakarta terutama Ayah, karena hanya bertemu 2 hari setelah lama tak jumpa. Terima kasih untuk Tuhan yang memberikan hambaNya sebuah kesempatan untuk melihat sisi lain dari sebuah kehidupan.

I will be waiting for wonderful journey again! See you there soon!

30 Desember 2009, Adventure and Education!

Pagi hari yang dingin tetap membangunkan kami untuk bersiap melakukan rafting. Diawali dengan sarapan lezat dan hangat, tetap memberi kami kekuatan untuk menjalani hari. Perjalanan ke lokasi rafting cukup jauh sekitar 2 jam, cukup  memanjakan mata karena selama perjalanan tampak pepohonan pinus, sungai besar dan mengalir deras.

Singkat cerita, kami sampai di lokasi untuk mengurus administrasi terlebih dulu, dengan paket sekitar 150ribu-welcome drink, safety&full equipment, snack, makan siang, dan MCK didapat. Menurut saya cukup lengkap, dan tidak hanya itu pelayanan dari mereka sangat baik.

Kasembon rafting

Sebelum memulai kegiatan rafting, kami diberi briefing singkat mengenai teknis. Sedikit menegangkan apalagi bagi yang belum pernah rafting. Dengan berjalan menuju ke starting point, excited &worried come to me. Perjalanan di sungai sekitar 7,2 km dengan 5 waterfall memberi pengalaman baru bagiku. Terima kasih buat 1 tim boat ma melz: Cita, Tejo, Njul dan Guide. Tidak hanya itu, kami semua diceburkan. Astaga,,udah panik aja,,mencari udara ke boat yg terbalik, mau napas malah ditarik keluar. Panic! Eh taunya pas kaki turun, napak gitu (ble’e). Abis itu akhirnya main ngapung2an sambil ke bawa arus.

Waktu yang cukup singkat di sungai dan memaksa kami semua untuk kembali ke base camp. Air sungai yang kotor (penuh dengan berbagai materi dan suspensi) mengharuskan kami membersihkan diri. Oiyah, selama perjalanan rafting, ada candid camera loh, jadi wajib diliat foto2nya. Bagi yang mau fotonya, tinggal menguras kocek 15rb/foto saja. Lapar….kruuuuuuukk..Prasmanan buat makan siang, banyak pilihannya dan harus dicoba semuanya. Perut terisi, masih belum selesai untuk sesi foto. Dito pun masih pingin menyicipi durian, tetapi waktu sudah hampir habis di tempat tersebut. Jadi, buah durian dibawa di dalam mobil sambil kembali ke Batu.

Not fell hungry anymore

Next trip: Jatim Park II-Museum satwa terbesar yang berisi berbagai satwa yang ada di dunia. Baru soft opening, jadi masih murah, tetapi sudah banyak pelancong yang datang. Hanya dengan 20ribu, kami selalu mengabadikan spot-spot terbaik di dalam sana. Museum ini cukup luas, jadi bersiaplah bagi yang gak suka jalan-jalan! Nice place to visit in East Java, especially for children, ‘cause they will learn more in here.

Usai dari Jatim Park II, kami pergi makan malam bersama Ayah Pai. Menu ikan, udang dan minuman membuat kami kekenyangan. Tempat makan kami pun direkomen oleh provider SIM, dan memang tempatnya nyaman. Tidak terasa waktu hampir malam, kami harus kembali ke Malang dan melanjutkan perjalanan ke Surabaya. Tidak lupa untuk membeli oleh-oleh khas Malang untuk orang tua di Jakarta. Kemudian, kami langsung menuju rumah dinas Ayah Dito untuk berpamitan, sambil menikmati sirup dingin dan berfoto. Waktu sudah semakin malam, kami harus segera ke Surabaya. Perjalanan hari ini membuat kami kelelahan dan tertidur lelap sampai di Surabaya.

Menuju tengah malam, kami tiba di rumah Pai. Nyawa belum terkumpul tetapi gerakan harus cepat memindahkan barang-barang dari mobil. Pengen cepat tidur, walaupun badan cukup berkeringat. Setelah mengetahui tempat untuk beristirahat, masing-masing bergegas untuk membersihkan diri kemudian tidur.

29 December 2009, Visit Batu, Malang, Indonesia!

Jam 00.00 pun hujan mulai mengguyur,

Bukan sekedar gerimis, tapi hujan cukup deras. Logistik pun dimasukan ke dalam tenda, alhasil tidur dengan memanfaatkan tempat yang ada. Waktu berlalu menuju jam 02.00, hujan rintik-rintik, dingin mulai menusuk dan air pun masuk ke sela-sela tenda. Makin tidak enak dan nyaman, tetapi badan sudah capek. Jam 4 pagi, hujan belum berhenti dan tiba2 dasar tenda menjadi basah, ini makin gak enak! Entah bagaimana kabar cowo di luar tenda…hanya bermodal flysheet, tiker, ponco seadanya dan payung, bener2 harus berkorban buat cewek2 ini. Akibat kecapaian membuat diriku akhirnya terlelap hingga jam 6.00, hujan pun masih menemani kami dan pengunjung laguna lainnya.

Menuju jam 7, hujan berhenti, kami langsung menghabiskan sisa logistik makanan untuk makan pagi. Menuju jam 9, kami pun bersiap untuk kembali ke tanah Jawa. Hujan,,,si penambah tantangan untuk berjalan pulang. Like Frodo and the Fellowship in Lord of The Rings,,,sebagian melepaskan alas kaki, camera rolling”action”, gemetar nyeri, dan keringat mengucur. Sekitar 2-3 jam perjalanan menuju Teluk Semut untuk dijemput kembali ke Sendang Biru, dengan kekuatan seadanya kami pun sampai. Mandi dan sedikit ngemil untuk kembali ke Malang.

Setibanya di Malang, kami pun menuju tempat makan Soto Lombok-soto campur dengan bumbu yang gurih dan ukuran Jumbo. Wuenak rek, kami yang benar-benar kelaparan. Sesudah makan, kami kembali ke mess untuk bersiap trip selanjutnya, Kota Batu. Klo secara administrasi, Kota Batu seperti Cimahi. Thx to washing machine in Dome! Semua yg kotor parah bisa dicuci dulu sebelum berangkat ke Batu, karena kami bermalam di Kota Batu untuk perjalanan selanjutnya.

Pemandangan malam yang menawan dari atas, lampu-lampu kota Malang yang berkerumun seperti ditaklukan Gunung. Udara dingin dan rintik-rintik juga menemani kami bermain di BNS (Batu Night Spectaculer)-tempat main baru di kota Batu. Penuh dengan lampu dan banyak wahana menarik. Entah kenapa semua keletihan terhapus, foto di sana sini, menonton permainan air dan laser diiringi lagu up beat dan rasa capek serta lapar, hilang sesaat.

Usai dari BN, kami menuju ke tempat penginapan, cukup sederhana tetapi nyaman (makasih Pai). Esok pagi hari, kami merencanakan rafting di Kasembon. Jadi, kami harus cukup istirahat untuk memulai petualangan yang baru.

28 December 2009, Enjoy the main course’s journey

Next trip : Pulau Sempu. Yup, bangun pagi2, mandi, sarapan dan menuju ke Sendang biru. Sendang biru adalah pesisir pantai yang berada di Malang bagian selatan, cukup jauh dari Kota Malang, sekitar 2 jam perjalanan. Oiyah aneh loh Dito memfotokopi KTP di tengah2 perjalanan tapi sisi kanan kiri sawah. Anyway, tiba di Sendang Biru, kebagi 2 tim : TPI (Tempat Pelelangan Ikan) dan BKSDA. Belanja dan mengurus perijinan sambil survey harga kapal. Sayang laut lagi tidak surut, padahal bisa nyebrang dengan berjalan loh.

TIPS: Cari jadwal untuk ke daerah ini jangan musim hujan yah. Cari sensasi tersendiri itumah!

Dimulai dari Teluk Semut, menuju ke Laguna Segara Anakan. Lumpur, licin, Mendaki, Turunan terjal, tangan+kaki kotor dan sakit…semuanya nyampur di perjalanan menuju laguna. Sama kaya hidup, kalau kita menghadapi yang sulit, pasti di akhirnya kita bakal mendapat yang indah. Itulah yg disajikan perjalanan menuju inti dari Pulau Sempu. Laguna berwarna hijau dengan tepian pohon-pohon ditinggali oleh Macaca sp., kalau mau melihat ke dunia bawah laut, wew…terumbu karang, ikan dari ukuran kecil sampai sedang, dan soliter atau koloni. Sayang sekali, Tejo terkena serangan dari dunia bawah laut, kaki kirinya membengkak dan cukup membuat dia tidak nyaman akan kondisinya.

Satu pencapain di Sempu

Gak lupa untuk foto-foto dan menaiki bukit karang untuk melihat keluar laguna.

Ini pemandangan terhebat! Sunset plus jajaran karang-karang, deburan hebat Sang Ombak, dan tiupan Si Angin Laut. Semuanya bersatu membuat mata tidak capai untuk melihatnya.

Never forget the effort to get here!

Malam sudah tiba, bulan pun memberi sinar terangnya dan suara perut memanggil makanan pun, sudah ramai. It’s cooking time! Logistik makanan harus habis yah…karena sudah berat-berat dibawa. Ada sensasi kriuk-kriuk karena bercampur dengan pasir, ini berlaku buat makanan dan minuman low…tapi tidak apa sekali-kali, dapat tambahan vitamin P-Pasir.

Makin malam, udara pun makin dingin. Beberapa kali awan gelap mampir di atas kami. Curcol ark-pengalaman tak terlupakan, HIB muncul dan akhirnya saya membuang beban perut di hutan. Tidak kuat awak bawa beban untuk tidur di malam itu. Mulai rintik-rintik dan mengantuk, akhirnya menutup malam dengan tidur di tenda. Not done yet – continue on 29 December 2009.

Previous Older Entries