Si bola bekel

Saat membaca sebuah artikel berjudul “Kristen Bola Bekel”, yang saya persepsikan adalah kondisi kehidupan iman kita terhadap waktu. Kalau dibuat grafiknya akan muncul sinusoidal. Saat kita mendapat semuanya, kita merespoin dengan ucapan syukur atau lupa pada Sang pemberi. Saat kita menghadapi hal yang sulit, kita berespon bersungut atau malah datang dengan sendu pada Sang pemberi. Responnya tergantung dari hubungan kita dengan Sang pemberi. Jadi grafik sinusoidal atas kondisi dan respon tiap orang berbeda.

Namun, isi artikelnya tidak membahas tentang hal tersebut. Penulis menyatakan sebuah pernyataan bahwa kehidupan seseorang sampai mencapai posisi tinggi ibarat bola bekel melambung tinggi. Si penulis menyatakan bahwa seseorang yang berani dihempaskan dengan kerasa atau berani ditekan, sampai bisa terpental tinggi. Poin utamanya adalah orang yang mendapatkan kesukseksan, yang sudah hidup nyaman, sejahtera, senang, atau apapun yg (kita) lihat bahagia, pasti ada jalan atau lika liku yg dibalik semua itu.

Sekarang, siapa yang tidak iri kalau melihat orang dengan semuanya itu? Iri bisa terjadi bukan saat kita melihat hal yang besar diraih oleh kerabat, tetapi hal kecil juga.

Kuasailah dirimu,hatimu dan pikiranmu. Selalu bersyukur,selalu tersenyum, kamu akan mendapat bagianmu sendiri yang sudah direncanakan oleh Sang Pembuat cerita hidupmu.

Lalu, bagaimana kalau kita dihempas dan ditekan? Apa kita siap untuk mendapatkan semua kesuksesan tersebut?

“Inilah pergumulannya,kita ingin senang tetapi kita enggan pula direndahkan.”

 Artikel yang menarik bukan? Ada satu poin lagi yang saya pikirkan , bahwa bola yg dihempas dengan lemah atau keras suatu saat akan kembali turun. Siapkah kita turun lagi? Turun dari segala kesenangan itu? Semua hanya sesaat (detik/menit/jam/hari/minggu/bulan/tahun/dst) bukan? Nikmatilah dengan bijaksana yang dititipkan oleh Sang pemberi.

Iklan

Bermain (kembali) ke Pulau Dua, Serang

Ada yang ingat dengan Pulau Dua?
Sabtu lalu, saya melakukan pelarian kecil ke sana. Bergerak menuju kota Serang, sendirian dan melatih keberanian lagi. Sempat undur ke sana, karena akomodasi cukup sulit dan waktu yang mepet. Pasti bertanya-tanya, ngapain ke Pulau Dua lagi? Kalau ada yang tau/dengar atau ingat Wetlands Day, inilah salah satu alasan saya kembali mengunjungi pulau tersebut setelah 2 tahun terakhir ke sana. Cukup excited untuk berpartisipasi di dalamnya setelah diajak oleh Bang Fery Hasundungan.
Thank’s bang.

Secara singkat, acara ini dipelopori oleh NGO Wetlands International sebagai wujud kepedulian kepada salah satu lahan basah di Indonesia.Banyak yang diundang berpartisipasi baik dari kalangan SMA, mahasiswa, umum, maupun instansi pemerintah.Dengan mengangkat tema “Forest for water and wetlands”, Pulau Dua sudah berkali-kali menjadi percontohan untuk perlindungan kawasan pesisir. Untuk saat ini, mulai digalakan pertambakan dengan metode silvofishery. Cukup menarik mengetahui bagaimana WIIP tidak hanya bergerak untuk lingkungan, tetapi masyarakat sekitar secara langsung.

Acaranya hanya singkat, tapi agenda lain tetap berlanjut: menengok ke dalam Pulau Dua, birdwatching dan sensus bersama temen-temen baru (Dimar, Tika, Urip, Nilam, Eka, Witto, Adit PM).Selama perjalanan, kami banyak berhenti untuk mengamati jenis-jenis burung di sekitar tambak. Sesampainya di Pulau Dua, saya cukup kaget dengan perubahan yang ada. Disambut dengan papan peta pulau Dua yang tidak beda jauh dengan literatur TA saya dulu, menara pengamatan yang baru dan bagus. Yang membuat saya paling kaget adalah pantainya. Entah karena cuaca yang cukup besar, atau memang kondisi laut semakin memburuk, bibir pantai digenangi lumpur. Penasaran dengan kondisi tersebut, pengunjung yang sering ke Pulau cerita, memang sejak tahun 2010, pantainya jadi seperti itu. Sudah tidak mungkin berfoto-foto di pantai seperti dulu.

Biarkan amarahmu pergi jauh

Ada apa ini?

Seminggu terakhir, adalah hari yang benar-benar menyebalkan.
Permainan emosi dimulai, jadi ababil (anak labil) gitu.
Gw pribadi, pada saat emosi benar sudah tidak bisa tertahan, yang mengenal gw dengan dekat
pasti tau, seperti apa menakutkan cewe satu ini.

Yup, pengendalian diri mulai goyah saat itu. Tidak tahu caranya, akhirnya hanya untaian air mata dan
iringan sedu yang mengalir. Ya, mungkin kalian para lelaki akan bicara,”lemah kali kalian wanita.”
Tapi ini salah satu cara emosi itu tidak dikeluarkan dengan cara yang salah (jangan digeneralisasi).

Siapa dan apa yang menyebabkan pengendalian diri saya goyah?

Setan, ya saya kira setan. Setan yang sudah terjebak lama dalam tubuh seseorang.

Saya menjadi korban atas sikap saya sendiri.
Yang keluar dari mulut, hanya kutuk.
Yang keluar dari sikap, hanya kasar.
Yang terlihat oleh semua orang, hanya pribadi yang berbeda 180 derajat.
Seram yah sampai emosi bisa mempermainkan diri saya.

Jujur respon saya sekarang adalah ANTIPATI. Sungguh, tidak peduli lagi.
Jika cara baik saja, sudah tidak pernah dilihat. Cara apa yang harus ditunjukkan supaya diterima?

Jawaban ini mungkin harus saya cari.

 

 

I like it, we like it and You must see it. Hi M.a.l.e.l.a!

Ini dia perjalanan yang terealisasi setelah tahun lalu melihat penayangan perdana di TV. Salah satu tempat yang memuaskan jiwa, tetapi agak menyakitkan badan. Mau tau apa dimana lokasinya? Namanya Curug Malela, tepatnya di Kabupaten Cililin, Bandung Barat. Sejauh 70 km dari kota Bandung, kita dapat mencapai lokasi ini. Dari jalan baik sampai hancur, dari jalan raya sampai jalan kampung, dari cuaca cerah sampai hujan kemudian kering lagi, harus dirasakan jika mau mencapai lokasi ini. Yap, perjuangan menuju Malela tidak diragukan lagi. Ini namanya bukan kemping, tapi offroad (Bang Bok said).

Penasaran seperti apa Malela?? Ini beberapa foto dan sedikit kesukaan saya saat jalan2, yaitu :

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Menginap 1 malam, seakan jadi obat untuk menghilangkan lelah perjalanan. Ini tempat recommended buat yang ingin adventure. Jawa Barat harus berbangga punya site ini.

Thanks to Agung, Wanti dan Bang Bokir aka Agus sebagai teman eksekusi lapangan, Mahe – sebagai surveyor jalan, dan Maaf teman2 yang ditinggalkan.It would be great with you, guys. But, I didn’t mean left you, gus. Maybe next trip, we can.

It’s just a beginning

9 Jul 2010

My training job continues to final presentation in the front of owner & HRD. I was surprised where I am now. I got news about my presentation will be held on 13th Jul 2010 in HO Jakarta.  This final presentation is going to determine my status on this company. Until that day, I must prepare for last presentation. I managed task on my shift and continued with my project.

In this journal, I would like to say thanks to God, My family, Mr. N (He such a great man I ever met in this bisnis), Adithya (He gives a great idea and calculation), Robibah (She is my teacher), Priwa (He is a Batman,,,ahahhaaha), friends in my office (Thanks for supporting and make me laugh in the middle of my hectic day), and many more. All of them were nice people. I gratefull for their present in my working days. And I’ll give my best to all of them that I mentioned before.

13 Jul 2010

Yup, this is the D day. I’m going to present my project on 8 o’clock. I dunno what will happen. I dunno what they will ask. I dunno what they will say about my project. I just know I will try to make it clear, fast and simple.

Do you know what happen next after I finished my presentation? All of the invitation looks interest with my presentation, especially owner. He liked it, He asked some questions and He gives his opinion to my presentation. I was noticed that he wants me to execute the project. Wow, I ever think about his response can be this way. Thanks God!

But wait,,,it means I will be a permanent staff in the factory where I work on18th July 2010. Huff! Why do you react like this? For several people, maybe they know what it means. I don’t want to tell you, because it made me think about it.

I hope I can be a good learner, better person and agent of change in this world. God, I’m gratefull I can survive until this day, but I need You by my side, second until hour, day until week, month until year. I’m faith in You, I will tough through it. And now, lets we begin Our day!

Escape ordinary day, yihay!

Like this! Ini perjalanan gw di akhir pekan kedua bulan Mei, tepatnya 8-9 Mei 2010. Tau gak kemana? Eik kasih tahu yah…saya ke pulau Tidung di kepulauan Seribu. Akhirnya gw bisa ke tempat ini, Thx to Donny DMP and friends!  Kalau kita pengen ke sana bisa pake jasa organizer ato pribadi ajah, tinggal pilih sesuai budget (You can search on Kaskus and many more).

Pulau Tidung itu salah satu tempat yang bisa kita akses dengan mudah di akhir pekan. Bosen dong klo weekend cuma dihabiskan di shopping centre, Cobain deh kesini! Banyak orang yang sudah berkunjung, menikmati keindahan Pulau Tidung. Aktivitas yang bisa dilakukan cukup banyak, dimulai dari bersepeda mengitari pulau, mengejar spot2 foto (dari pantai-sunset/sunrise, padang alang2, dll), snorkling, diving, mancing, melihat budidaya Rhizophora sp. Buat urusan penginapan, jangan bingung coz warganya sudah menyediakan rumahnya sebagai guest house dengan segala isinya. Kalau soal makanan, tinggal koordinir ma mereka.

Saya coba berbagi hal yang berbeda disini, karena saya juga menikmati sumber daya lain yang bisa dieksplor. Pertama, disini ada budidaya ikan laut yang dikelola sama pemerintah juga. Sayang sekali pas berkunjung, sudah dipanen, jadi hanya melihat yang paling besar dan paling kecil. Salah satu ikan yang dibudidaya adalah ikan kerapu. Ikan yang siap dipanen akan dibagikan secara gratis kepada orang2 yang mempunyai keramba apung di sekitar pulau Tidung. Selain itu, ada area yang bisa didatangi untuk pengamatan burung pantai. Sayang areanya belum sempat gw eksplor.

Site buat snorkling didominasi sama genus Acropora. Jujur,,agak bosen soalnya gw pernah liat yang lebih OK! Hmm,,tau gak gw ketemu Anchantaster planci tapi ini beda sama yg gw ketemuin pas di Tiaka (Sulawesi Tengah). Warnanya hitam tetapi di bagian lengannya warnanya ungu-liat gambar dibawah. JANGAN DIPEGANG YAH, kecuali pengen cobain racunnya..wkwkwk.  Keren abis! Lalu sambil berenang2, ngeliat kerapu macan dan stone fish kecil.

Senengnya bisa berjumpa mahkluk2 itu!

Presentation’s Cronology

Sebelas hari saya dikasih kesempatan untuk memperbaiki topik presentasi. Semakin dekat hari presentasi diulang, semakin tidak karuan. Apa yang saya lakukan semuanya tampak tidak ada, jalan keluar yang didapat. Berpikir…berpikir keras, sampai tidur pun gelombang otakku bekerja. Ini yang paling saya tidak suka!!!

Selasa 13April, saya memberanikan diri bertemu orang yang saya rasa tepat untuk diajak diskusi. Walaupun harus menuju jakarta dari cikarang, saya bertemu dengan 2 orang yang sangat diberkati. Mereka orang baik, sangat baik, mereka mencoba untuk membimbing saya menuju suatu pemikiran baru. Waktu semakin sempit dan saya bertekad untuk tidak ingin mengecewakan 2 orang (B&N) tersebut.

Rabu 14April, ibarat mendapatkan air di tengah kekeringan otak, B, memberi masukan yang luar biasa yang membuat pikiran saya semakin terbuka.

Kamis15April, slide presentasi baru dibuat (JANGAN DITIRU KAWAN!) dan saya ingin membawa ini maju ke B terlebih dahulu, sebelum dibawa ke N. Revisi habis-habisan oleh B sampai telat balik untuk ke Jkt lagi. Malam itupun, saya tidak kuasa untuk terjaga memperbaiki slide. Jumat 16April, Pagi hari, saya bangun untuk mencoba membuat perbaikan. Datang ke kantor terlambat, dan menyelesaikan perbaikan disana. Ternyata N, hari ini tidak bisa hadir jika acara jam 13.30. Apabila ingin memajukan pun, harus N yang menghubungi pihak penyelenggara. Akhirnya tanpa berlama-lama, N memutuskan kamu kasih liat slide tsb ke saya. Revisi pun banyak dilakukan oleh N. Huff,,,apa mungkin ini bisa diperbaiki dalam waktu singkat dan saya pun belum persiapan untuk berbicara? Tapi saya tetap untuk mengikuti masukkan N. Waktu pun seakan berjalan lebih cepat.

Mau tau apa yang terjdi sebelum presentasi?  Ini klimaks, kawan. I can’t imagine what will happen to me.

Jam 13.15 Posisi sudah di ruangan presentasi di suatu ruangan. Melihat gerakan dari kaca buram, aku mendengar E akan masuk. E adalah orang yang mengarrange kegiatan ini. Tiba-tiba, melz melihat ada sosok orang yang dikenal. Dy adalah seorang yang lebih baik tidak disebut (we call it X). X ingin presentasi tidak  di depan grup E. Entah apa yang terjadi sebenarnya sehingga X ingin kami segera mengikuti  dia berjalan. Gemetar, ngeri, menakutkan, X adalah orang yang sangat keras. X paling tidak suka mengikuti keinginan orang lain, jika menurut X itu bukan yang X mau.

Jam 13.40 Singkat cerita, saya dan satu teman saya tetap maju, tanpa perwakilan dari grup E. Tegangnya lebih dari hal yang selalu ada yang pertama. I was scared and tried to calm down, also prayed to God. Giliran pertama temanku mendapat sebuah perintah untuk mengubah sesuatu jika ingin lulus. Wew…makin tidak tenang. Melz tetap presentasi dengan modal percaya diri dan melaju terus sampai akhir. Di akhir presentasi, banyak masukan yang didapat  X dan O. Selain itu, X menchallenge saya untuk melakukan sebuah perubahan yang bersifat reduksi.

Piuff,,,,syukur kepada Tuhan, saya diberi kesempatan masih berada di posisi yang sama. Beban terasa diangkat, Pujian syukur tidak terhenti dalam setiap nafas untuk Tuhan. Doa pun untuk orang-orang yang sudah menyupport, diskusi, dan semuanya- Terima kasih. Itu hanya yang bisa saya tujukan kalian dan Tuhan yang akan memberi yang terbaik untuk kalian.

Previous Older Entries