Bermain (kembali) ke Pulau Dua, Serang

Ada yang ingat dengan Pulau Dua?
Sabtu lalu, saya melakukan pelarian kecil ke sana. Bergerak menuju kota Serang, sendirian dan melatih keberanian lagi. Sempat undur ke sana, karena akomodasi cukup sulit dan waktu yang mepet. Pasti bertanya-tanya, ngapain ke Pulau Dua lagi? Kalau ada yang tau/dengar atau ingat Wetlands Day, inilah salah satu alasan saya kembali mengunjungi pulau tersebut setelah 2 tahun terakhir ke sana. Cukup excited untuk berpartisipasi di dalamnya setelah diajak oleh Bang Fery Hasundungan.
Thank’s bang.

Secara singkat, acara ini dipelopori oleh NGO Wetlands International sebagai wujud kepedulian kepada salah satu lahan basah di Indonesia.Banyak yang diundang berpartisipasi baik dari kalangan SMA, mahasiswa, umum, maupun instansi pemerintah.Dengan mengangkat tema “Forest for water and wetlands”, Pulau Dua sudah berkali-kali menjadi percontohan untuk perlindungan kawasan pesisir. Untuk saat ini, mulai digalakan pertambakan dengan metode silvofishery. Cukup menarik mengetahui bagaimana WIIP tidak hanya bergerak untuk lingkungan, tetapi masyarakat sekitar secara langsung.

Acaranya hanya singkat, tapi agenda lain tetap berlanjut: menengok ke dalam Pulau Dua, birdwatching dan sensus bersama temen-temen baru (Dimar, Tika, Urip, Nilam, Eka, Witto, Adit PM).Selama perjalanan, kami banyak berhenti untuk mengamati jenis-jenis burung di sekitar tambak. Sesampainya di Pulau Dua, saya cukup kaget dengan perubahan yang ada. Disambut dengan papan peta pulau Dua yang tidak beda jauh dengan literatur TA saya dulu, menara pengamatan yang baru dan bagus. Yang membuat saya paling kaget adalah pantainya. Entah karena cuaca yang cukup besar, atau memang kondisi laut semakin memburuk, bibir pantai digenangi lumpur. Penasaran dengan kondisi tersebut, pengunjung yang sering ke Pulau cerita, memang sejak tahun 2010, pantainya jadi seperti itu. Sudah tidak mungkin berfoto-foto di pantai seperti dulu.

Iklan

1 Komentar (+add yours?)

  1. Si Ganthar...
    Agu 11, 2011 @ 21:55:22

    Wah… wah… harus segera meluas pulaunya… atau mendelta baru…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: