30 Desember 2009, Adventure and Education!

Pagi hari yang dingin tetap membangunkan kami untuk bersiap melakukan rafting. Diawali dengan sarapan lezat dan hangat, tetap memberi kami kekuatan untuk menjalani hari. Perjalanan ke lokasi rafting cukup jauh sekitar 2 jam, cukup  memanjakan mata karena selama perjalanan tampak pepohonan pinus, sungai besar dan mengalir deras.

Singkat cerita, kami sampai di lokasi untuk mengurus administrasi terlebih dulu, dengan paket sekitar 150ribu-welcome drink, safety&full equipment, snack, makan siang, dan MCK didapat. Menurut saya cukup lengkap, dan tidak hanya itu pelayanan dari mereka sangat baik.

Kasembon rafting

Sebelum memulai kegiatan rafting, kami diberi briefing singkat mengenai teknis. Sedikit menegangkan apalagi bagi yang belum pernah rafting. Dengan berjalan menuju ke starting point, excited &worried come to me. Perjalanan di sungai sekitar 7,2 km dengan 5 waterfall memberi pengalaman baru bagiku. Terima kasih buat 1 tim boat ma melz: Cita, Tejo, Njul dan Guide. Tidak hanya itu, kami semua diceburkan. Astaga,,udah panik aja,,mencari udara ke boat yg terbalik, mau napas malah ditarik keluar. Panic! Eh taunya pas kaki turun, napak gitu (ble’e). Abis itu akhirnya main ngapung2an sambil ke bawa arus.

Waktu yang cukup singkat di sungai dan memaksa kami semua untuk kembali ke base camp. Air sungai yang kotor (penuh dengan berbagai materi dan suspensi) mengharuskan kami membersihkan diri. Oiyah, selama perjalanan rafting, ada candid camera loh, jadi wajib diliat foto2nya. Bagi yang mau fotonya, tinggal menguras kocek 15rb/foto saja. Lapar….kruuuuuuukk..Prasmanan buat makan siang, banyak pilihannya dan harus dicoba semuanya. Perut terisi, masih belum selesai untuk sesi foto. Dito pun masih pingin menyicipi durian, tetapi waktu sudah hampir habis di tempat tersebut. Jadi, buah durian dibawa di dalam mobil sambil kembali ke Batu.

Not fell hungry anymore

Next trip: Jatim Park II-Museum satwa terbesar yang berisi berbagai satwa yang ada di dunia. Baru soft opening, jadi masih murah, tetapi sudah banyak pelancong yang datang. Hanya dengan 20ribu, kami selalu mengabadikan spot-spot terbaik di dalam sana. Museum ini cukup luas, jadi bersiaplah bagi yang gak suka jalan-jalan! Nice place to visit in East Java, especially for children, ‘cause they will learn more in here.

Usai dari Jatim Park II, kami pergi makan malam bersama Ayah Pai. Menu ikan, udang dan minuman membuat kami kekenyangan. Tempat makan kami pun direkomen oleh provider SIM, dan memang tempatnya nyaman. Tidak terasa waktu hampir malam, kami harus kembali ke Malang dan melanjutkan perjalanan ke Surabaya. Tidak lupa untuk membeli oleh-oleh khas Malang untuk orang tua di Jakarta. Kemudian, kami langsung menuju rumah dinas Ayah Dito untuk berpamitan, sambil menikmati sirup dingin dan berfoto. Waktu sudah semakin malam, kami harus segera ke Surabaya. Perjalanan hari ini membuat kami kelelahan dan tertidur lelap sampai di Surabaya.

Menuju tengah malam, kami tiba di rumah Pai. Nyawa belum terkumpul tetapi gerakan harus cepat memindahkan barang-barang dari mobil. Pengen cepat tidur, walaupun badan cukup berkeringat. Setelah mengetahui tempat untuk beristirahat, masing-masing bergegas untuk membersihkan diri kemudian tidur.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: