28 December 2009, Enjoy the main course’s journey

Next trip : Pulau Sempu. Yup, bangun pagi2, mandi, sarapan dan menuju ke Sendang biru. Sendang biru adalah pesisir pantai yang berada di Malang bagian selatan, cukup jauh dari Kota Malang, sekitar 2 jam perjalanan. Oiyah aneh loh Dito memfotokopi KTP di tengah2 perjalanan tapi sisi kanan kiri sawah. Anyway, tiba di Sendang Biru, kebagi 2 tim : TPI (Tempat Pelelangan Ikan) dan BKSDA. Belanja dan mengurus perijinan sambil survey harga kapal. Sayang laut lagi tidak surut, padahal bisa nyebrang dengan berjalan loh.

TIPS: Cari jadwal untuk ke daerah ini jangan musim hujan yah. Cari sensasi tersendiri itumah!

Dimulai dari Teluk Semut, menuju ke Laguna Segara Anakan. Lumpur, licin, Mendaki, Turunan terjal, tangan+kaki kotor dan sakit…semuanya nyampur di perjalanan menuju laguna. Sama kaya hidup, kalau kita menghadapi yang sulit, pasti di akhirnya kita bakal mendapat yang indah. Itulah yg disajikan perjalanan menuju inti dari Pulau Sempu. Laguna berwarna hijau dengan tepian pohon-pohon ditinggali oleh Macaca sp., kalau mau melihat ke dunia bawah laut, wew…terumbu karang, ikan dari ukuran kecil sampai sedang, dan soliter atau koloni. Sayang sekali, Tejo terkena serangan dari dunia bawah laut, kaki kirinya membengkak dan cukup membuat dia tidak nyaman akan kondisinya.

Satu pencapain di Sempu

Gak lupa untuk foto-foto dan menaiki bukit karang untuk melihat keluar laguna.

Ini pemandangan terhebat! Sunset plus jajaran karang-karang, deburan hebat Sang Ombak, dan tiupan Si Angin Laut. Semuanya bersatu membuat mata tidak capai untuk melihatnya.

Never forget the effort to get here!

Malam sudah tiba, bulan pun memberi sinar terangnya dan suara perut memanggil makanan pun, sudah ramai. It’s cooking time! Logistik makanan harus habis yah…karena sudah berat-berat dibawa. Ada sensasi kriuk-kriuk karena bercampur dengan pasir, ini berlaku buat makanan dan minuman low…tapi tidak apa sekali-kali, dapat tambahan vitamin P-Pasir.

Makin malam, udara pun makin dingin. Beberapa kali awan gelap mampir di atas kami. Curcol ark-pengalaman tak terlupakan, HIB muncul dan akhirnya saya membuang beban perut di hutan. Tidak kuat awak bawa beban untuk tidur di malam itu. Mulai rintik-rintik dan mengantuk, akhirnya menutup malam dengan tidur di tenda. Not done yet – continue on 29 December 2009.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: